Bahaya Seks Bebas bagi Remaja

Reproduksi merupakan kebutuhan makhluk hidup untuk memperbanyak genearsi. Reproduksi bisa diartikan sebagai proses pembentukan individu baru dalam rangka untuk meneruskan keturunan.

Kesiapan reproduksi pada setiap orang tidaklah sama. Anak kecil tentu belum dapat melakukan reproduksi dengan baik, begitu juga pada remaja.  Saat usia remaja, ada sebagian alat-alat reproduksi yang belum siap untuk melakukan reproduksi. Begitu juga dari segi psikologis, pada dasarnya remaja belumsiap untuk melakukan reproduksi lantaran belum dewasa atau matang. Jadi, jika ada remaha yang mengalami kehamilan, banyak risiko yang harus dihadapi. Risiko tersebut bisa disebabkan karena lantaran belum adanya kesiapan secara fisik, psikologis, ekonomi, sosial, dan emosi.

Pergaulan lawan jenis pada remaja di Indonesia rentan terhadap pergaulan bebas. Banyak yang sudah tidak memperhatkan aturan dan norma-norma yang berlaku. Kegiatan seperti berpegangan, berpelukan, berciuman dan bahkan melakukan hubungan seksual tampaknya sudah banyak yang menganggap bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang wajar.

Risiko yang ditimbulkan sebagai akibat dari melakukan hubungan seksual yang dialami oleh remaja dapat berupa hilangnya keperawanan dan keperjakaan, kehamilan, ketagihan, hubungan cinta yang tidak mulus lagi,  aborsi, PMS (Penyakit Menular Seksual) dan AIDS, gangguan fungsi seksual, ISR, merasa bersalah, malu, berdosa dan perasaan tidak berharga.

Berikut ini adalah penjelasan dari beberapa bahaya seks bebas bagi remaja.

1. Risiko kehamilan pada remaja
Kehamilan saat remaja berisiko tinggi bagi kesehatan. Hal ini karena alat reproduksinya belum cukup matang dalam melakukan fungsinya. Selain itu, kehamilan juga berisiko menimbulkan dampak psikologis dan sosial. Dari segi psikologis, remaja bisa timbul rasa malu, bersalah dan sebagainya. Sedangkan dari segi sosial, remaja bisa dikucilkan dan dianggap kotor oleh masyarakat.

2. Aborsi pada kehamilan remaja
Aborsi dapat menimbulkan risiko seperti pendarahan, infeksi alat reproduksi dan kemungkinan persalinan yang sulit. Selain itu, aborsi juga memiliki dampak risiko secara sosial, ekonomi dan psikologis. Aborsi umumnya dilakukan karena orang yang bersangkutan masih ingin melanjutkan sekolah, rasa takut terhadap orang tua, belum siap secara ekonomi, hamil karena diperkosa, malu, kecacatan bayi, dan lain-lain.

3. HIV / AIDS
Penyakit HIV / AIDS merupakan penyakit yang belum ditemukan obatnya. Penderita AIDS akan mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit.

Itulah bahaya seks bebas bagi remaja.

Bahaya Seks Bebas bagi Remaja | mif3 | 4.5