Kata Baku dan Kata Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia

Kata baku merupakan kata yang sesuai dengan kaidah bahasa yang sudah ditetapkan. Kata tidak baiku merupakan kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang sudah ditetapkan.

Sifat bahasa baku

  1. Bersifat kecendekiaan.
  2. Penyeragaman kaidah.
  3. Kemantapan dinamis, berupa kaidah dan aturan yang tetap.

Penyebab kebakuan dan ketidakbakuan dari segi fonologi adalah sebagai berikut.

1. Penggantian konsonan

Contoh:

aktif (baku)

aktip (tidak baku)

2. Penyederhanaan deret vokal

Contoh:

varietas (baku)

varietas (tidak baku)

3. Penyederhanaan gugus konsonan

Contoh:

kompleks (baku)

kompleks (tidak baku)

4. Penggantian huruf vokal

Contoh:

antena (baku)

antene (tidak baku)

5. Penghilangan huruf vokal

Contoh:

anugerah (baku)

anugrah (tidak baku)

6. Penambahan huruf vokal

Contoh:

harfiah (baku)

harafiah (tidak baku)

7. Pembentukan deret huruf vokal

Contoh:

diktat (baku)

diktaat (tidak baku)

8. Penggantian konsonan dengan vokal dan sebaliknya

Contoh:

jadwal (baku)

jadual (tidak baku)

9. Penggantian vokal

Contoh:

Senin (baku)

Senen (tidak baku)

Kata-kata tidak baku seringkali digunakan pada percakapan bahasa Indonesia. Misalnya saja kata mengapa diganti dengan kata ngapain.

Berikut pasangak kata tidak baku dan kata baku dalam bahasa Indonesia.

Enggak = tidak

Bikin = membuat

Ngomong = berkata

Ngapain = mengapa

Mikirin = memikirkan

Jaman = zaman

Contek = sontek

Itulah sekilas tentang kata baku dan kata tidak baku dalam bahasa Indonesia.

Kata Baku dan Kata Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia | mif3 | 4.5